Fungsi Dari Clapper Board

Berikut fungsi dari clapper board :

1. Mengeluarkan bunyi “Ctak!”

Suara itulah yang nantinya akan berguna banget untuk penyelarasan gambar dan suara. Papan ini akan saling dihantamkan bagian atas dan bawahnya untuk menghasilkan bunyi yang sangat keras. Sehingga terekam juga kedalam file audio yang dipegang oleh soundman.

2. Menulis data adegan

Bagian bawah papan ini merupakan tempat yang digunakan untuk menuliskan data adegan dengan angka. Data ini sangat membantu untuk mengidentifikasi pengambilan gambar saat proses editing. Saat tape recorder dan kamera rolling, maka clapper (sebutan untuk orang yang bertugas memegang clapper board) menempatkan papan ini di depan kamera dan memastikan papan ini masuk ke dalam frame. Gunanya supaya kamera dapat menangkap setiap data yang sudah ditulis oleh clapper.

3. Untuk Mengorganisir Data Hasil Syuting

Saat proses syuting clapper board direkam tepat saat kamera rolling. Kemudian clapper menulis adegandan  takemana saja yang dipilih oleh sutradara berdasarkan data yang tercatat di papan. Catatan ini diberikan kepada video editor.

Ketika video editor hendak melihat hasil footage syuting, ia tidak perlu lagi mengecek satu-satu video yang akan ia kerjakan. Ini karena data adegan yang ditulis di papan sudah muncul di thumbnail video.

Selain itu, video editor lebih mudah untuk mengorganisir data hasil syuting dengan cara membaginya kedalam folder sesuai scene dan shot adegan. Praktis bangetkan!

4. Sinkronisasi gambar dan suara

Pada saat kamu merekam menggunakan mic internal kamera, gambar dan suara tentu akan selaras. Ini karena keduanya direkam pada pita yang sama. Namun bakalan lain ceritanya saat kamus yuting menggunakan perangkat kamera dan audio yang terpisah. Sehingga gambar dan suaranya pun direkam di dalam perangkat yang berbeda.

Clapper board bakal berguna banget buat kamu yang syuting dengan menggunakan mic eksternal. Bunyi “Ctak!” yang terekam di mic internal kamera dengan yang terekam di mic eksternal bisa digunakan untuk menyelaraskan gambar dan suara.

Saat editor melakukan penyuntingan gambar, ia tinggal menjajarkan kedua file audio. Karena bunyi hantaman clapper board yang sangat kencangakan terekam. Jadi editor langsung tahu bagian mana yang ada bunyi “Clap!”.Gambar dan suara jadi sinkron deh.