Belajar setingan manual pada DSLR, saya akan bahas mengenai manual Sett untuk type kamera DSLR. Ada beberapa point yang akan saya jelaskan, tapi sebelum saya jelaskan, saya akan mengenalkan anda menu menu apa saja yang ada di setingan manual DSLR.

 

 

  1. Shutter Speed

Cara Setting Manual DSLR

Shutter speed mungkin sudah tidak jarang anda dengar, shutter speed berguna untuk mengatur kecepatan tangkap cahaya yang masuk di kamera. Pembahasan mengenai shutter, bisa anda manfaatkan untuk mengurangi noise atau juga menambah noise. Jika ruangan gelap maka yang anda perlu lakukan adalah besarkan shutter. Nah semakin besar shutter anda maka akan semakin banyak cahaya yang masuk ke kamera, kemudian juga sebaliknya jika anda memnutup shutter terlalu kecil maka akan sedikit pula cahaya yang akan tertangkap oleh si kamera.

 

Shutter yang bertambah banyak nilai angkanya kok di sebut mengecilkan? dan shutter yang sedikit angkanya kok malah membesarkan penangkapan cahaya ?? Jika shuter di putar atau di tambah terus maka cermin yang menangkap cahaya akan semakin mengecil . hal ini berhubungan dengan amperture.

 

 

  1. Amperture / Diafragma

Cara Setting Manual DSLR

Diafragma adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera.

Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang di mana cahaya akan lewat. Tingkap akan mengembang dan menyempit persis pupil di mata manusia.

Diafragma selalu ada dalam sebuah kamera dan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi banyak tidaknya penerimaan cahaya yang ada pada sebuah foto atau gambar. Faktor faktor yang mempengaruhi gelap terangnya sebuah foto atau gambar adalah shutter speed (kecepatan rana), aperture (diafragma), dan ISO (sensitifitas penerimaan cahaya pada kamera).

Menurut Yozardi bukaan diafragma (aperture) adalah alat pengatur cahaya yang dapat masuk ke dalam lensa kamera. Bukaan diafragma berbentuk lembaran bundar terbuat dari logam yang bisa membuka dan menutup.

Diafragma berbentuk seperti lubang yang bisa diatur besar kecilnya. Diafragma terletak pada lensa dari kamera yang digunakan. Maka, setiap lensa memiliki kemampuan untuk membuka dan menutup diafragma yang berbeda – beda. Misalnya ada lensa 17-50mm f/2.8, maka lensa tersebut bisa membuka “bukaan” nya hingga bukaan 2.8, berbeda dengan lensa 18-55mm f/3.5-5.6, lensa ini hanya bisa membuka bukaannya hingga 3.5.

Desatria menjelaskan, Semakin besar angka diafragma berarti semakin kecil lubang lensa untuk dilewati cahaya. Diafragma juga mempengaruhi ruang tajam atau biasa yang disebut DOF (Depth Of Field), di mana dengan diafragma yang besar (angka F kecil) akan didapatkan ruang tajam yang sempit, demikian pula sebaliknya. DOF atau Depth-of-Field merupakan ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar objek foto (dari objek terdekat dari kamera sampai objek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian objek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus

Karena fungsinya untuk menghentikan cahaya yang akan masuk ke bidang fokal, diafragma juga disebut sebagai stopblindfield stop dan flare stop. Dan untuk itu, diafragma selalu diletakkan pada jalan masuk antara subjek, lensa dan bidang fokal. Titik tengah tingkap pada diafragma merupakan sumbu optis dari sebuah lensa. Sumber: wikipedia.com

 

 

  1. Auto White Balance

Cara Setting Manual DSLR

White Balance adalah istilah dalam fotography untuk kalibrasi titik berwarna putih.
Saat masih era fotografi film, white balance ditentukan pada film apa yang kita gunakan. Di era itu kita hanya dihadapkan pada 2 (dua) pilihan jenis film yaitu daylight atau tungsten. Untuk kebutuhan lain, kita harus menggunakan berbagai jenis filter.
Di era digital sekarang, white balance bisa ditentukan sebelum kita memotret, atau bisa juga setelah memotret, untuk yang belakang sebaiknya kita menggunakan format gambar RAW. Untuk format JPG akan menghasilkan foto grainy kalau dilakukan perubahan warna. Untuk kerja profesional kita harus menggunakan format RAW.
Pemilihan white balance bukan masalah benar atau salah, tetapi masalah “kita mau jadinya seperti apa?”. Bila kita menginginkan warna foto kita seperti yang dilihat mata, white balance harus tepat. Namun di kondisi tertentu, WB yang meleset kadang malah menghasilkan foto yang unik, menarik, dan artistik.
Sebagaimana dijelaskan pada bagian suhu warna / color temperature, warna yang dianggap putih dapat bervariasi tergantung pada kondisi pencahayaan. Konsep “warna putih” menjadi bukan sesuatu yang absolut. Kebanyakan kamera digital dapat diatur untuk memilih warna putih sesuai selera Anda, biasanya dengan cara mengarahkan kamera ke objek berwarna putih dalam sinaran cahaya yang ada, teknik ini disebut manual white balance. Beberapa kamera dapat juga mendeteksi adanya cahaya sekitar dan menentukan sendiri warna putih yang dimaksud – hal ini disebut automatic white balance. Sedangkan pemilihan white balance berdasarkan pilihan jenis lampu yang disediakan pada kamera digital disebut pre-set white balance. sumber: wikipedia.com

 

 

  1. Exsposure

Cara Setting Manual DSLR

exposure adalah istilah dalam fotografi yang mengacu kepada banyaknya cahaya yang jatuh ke medium (film atau sensor gambar) dalam proses pengambilan foto.

Untuk membantu fotografer mendapat setting paling tepat untuk exsposure, digunakan lightmeter. Lightmeter, yang biasanya sudah ada di dalam kamera, akan mengukur intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera. Sehingga didapat pajanan normal. sumber: wikipedia.com

 

 

  1. File Size

Cara Setting Manual DSLR

file size adalah ukuran dimana file yang akan di ambil oleh kamera. Pada umumnya untuk ukuran file di FINE / L (large), jika menginginkan file yang agak lebih ringan bisa menggunakan mode S (small). Atau juga bisa menggunakan mode RAW, mode ini bisa sangat berguna sekali bagi para photographer saat mengolah foto, di mode ini type file yang di hasilkan oleh kamera adalah dengan format .CR2. Biasanya format seperti ini sangat besar sizenya dan jadi agak boros di SDcard.

 

 

  1. ISO

Cara Setting Manual DSLR

Dalam istilah kamera, ISO adalah tingkat sensitivitas terhadap cahaya yang yang masuk ke dalam kamera. Angka ISO yang semakin rendah, maka kamera akan bersifat kurang sensitif terhadap cahaya yang ada, sementara nilai ISO yang lebih tinggi akan meningkatkan tingkat sensitivitas kamera.

 

Apa artinya bila sensor adalah tiga puluh dua kali lebih sensitif terhadap cahaya? Artinya bahwa tiga puluh dua kali lebih sedikit waktu untuk mengambil foto. Kecepatan ISO terdapat beberapa macam sebagai berikut ini :

ISO 100-1 detik

ISO 200 – 1/2 detik

ISO 400 – 1/4 detik

ISO 800 – 1/8 detik

ISO 1600 – 1/16 detik

ISO 3200 – 1/32 detik

Kita dapat meningkatkan ISO ketika kondisi cahaya yang kurang cukup (relatif gelap), dan atau kondisi kamera untuk mengambil foto pada benda yang bergerak relatif cepat.